Nelly- Just A Dream

Sabtu, 29 Maret 2014

Seni bela diri?



Seni bela diri merupakan satu kesenian yang timbul sebagai satu cara seseorang mempertahankan / membela diri. Seni bela diri telah lama ada dan berkembang dari masa ke masa. Pada dasarnya, manusia mempunyai insting untuk selalu melindungi diri dan hidupnya. Dalam tumbuh atau berkembang, manusia tidak dapat lepas dari kegiatan fisiknya, kapan pun dan dimanapun. Hal inilah yang akan memacu aktivitas fisiknya sepanjang waktu. Pada zaman kuno,tepatnya sebelum adanya persenjataan modern, manusia tidak memikirkan cara lain untuk mempertahankan dirinya selain dengan tangan kosong. Pada saat itu, kemampuan bertarung dengan tangan kosong dikembangkan sebagai cara untuk menyerang dan bertahan, kemudian digunakan untuk meningkatkan kemampuan fisik / badan seseorang. Meskipun begitu, pada zaman-zaman selanjutnya, persenjataan pun mulai dikenal dan dijadikan sebagai alat untuk mempertahankan diri.
Dapat dikatakan bahwa seni bela diri tersebar di seluruh penjuru dunia ini dan hampir setiap negara mempunyai seni bela diri yang berkembang di daerah masing-masing maupun merupakan sebuah serapan dari seni bela diri lain yang berkembang di daerah asalnya. Sebagai contoh seni silat adalah seni bela diri yang berkembang di negara ASEAN dan terdapat di Malaysia,Indonesia, Thailand, dan Brunei.

Seni bela diri terbagi atas berbagai macam jenis, yaitu: seni tempur bersenjata tajam, seni tempur bersenjata tumpul/ tidak tajam (kayu, bambu, dll) , dan seni tempur tangan kosong. Di antara jenis-jenis seni bela diri yang ada adalah seperti berikut:



1.      Aikido
2.      Capoeira
3.      Gulat
4.      Hapkido
6.      Jeet Kune Do
7.      Jiu Jitsu
8.      Jogo do pau
9.      Judo
10.  Karate
11.  Kateda
12.  Kempo
13.  Kendo
14.  Kung fu
15.  Lethwei
17.  Muay Thai
18.  Ninjutsu
20.  Savate
21.  Taekwondo
22.  Taido
25.  Tinju
26.  Tomoi
27.  Wing Cun



HUBUNGAN BELA DIRI DENGAN SENI
Banyak orang tidak tahu bahwa pencak silat dan seni itu sesungguhnya memiliki hubungan yang erat. Itulah kenapa pencak silat dimasukkan dalam kategori seni bela diri. Artinya, selain fungsi utamanya sebagai alat pertahanan diri, pencak silat juga memiliki unsur keindahan. Bahkan, di beberapa wilayah di Indonesia, pencak silat masih difungsikan semata-mata sebagai sebuah pertunjukan tari, Tari Ketuk Tilu dari Jawa Barat adalah salah satu contohnya.
Pencak silat pada awalnya terbentuk karena kebutuhan manusia untuk mempertahankan diri baik dari gangguan manusia maupun binatang. Dan karena masyarakat tradisional pada waktu itu masih memiliki hubungan yang erat dengan alam, maka gerakan-gerakan pencak silat pun banyak yang diinspirasi dari gerakan-gerakan binatang.
Secara etimologis, nama pencak silat digunakan di Indonesia sejak tahun 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia. Istilah “pencak” digunakan di wilayah pulau Jawa, sedangkan istilah “silat” digunakan di wilayah Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan.
Unsur seni mulai masuk ke dalam pencak silat sejak Belanda menjajah nusantara. Karena pemerintah Belanda pada waktu itu kurang menghargai pencak silat, banyak pesilat nusantara yang memadukan pencak silat dengan tari dan menyajikannya pada masyarakat dalam sebuah pertunjukan. Itulah salah satu taktik para pesilat dijamannya untuk melestarikan dan mengembangkan pencak silat. Pengaruh pencak silat terhadap seni tari pun sangat kuat. Jaipong, salah satu tarian Jawa Barat yang sangat populer, memiliki unsur pencak silat yang kuat.
Dalam bidang olah raga, unsur kesenian dalam pencak silat juga memiliki tempatnya sendiri. Hal itu terbukti dengan masuknya kategori TGR (tari gerak) dalam kejuaraan pencak silat. Seperti dalam Kejuaraan Pencak Silat Dandim Cup II yang diselenggarakan di Kemuning Gading tanggal 09 -13 Juli 2012 ini, kategori TGR diakui sebagai salah satu yang paling menarik selain kategori tarung.
Dalam TGR, penilaian tidak hanya ditekankan pada kemampuan si pesilat dalam memainkan jurus-jurusnya, namun juga pada pola dan keindahan gerakan itu sendiri. Bahkan, selayaknya sebuah seni pertunjukan, kostum yang dipakai pun dimasukkan dalam penilaian.
Oleh karena itu, si pesilat tidak hanya dituntut untuk pandai mengontrol tenaga, tapi juga mengontrol emosi (perasaan). Tempo, alur, dan kombinasi gerakan adalah faktor penting dalam kategori ini, apalagi dalam kategori ini juga dibutuhkan ketepatan waktu, umumnya ialah tiga menit. Oleh karena itu, seni pencak silat sendiri harus memperhatikan ketentuan, keselarasan dan keseimbangan antara kekayaan gerak (wiraga),unsur irama (wirama),penjiwaan gerak (wirasa).
Seiring perkembangannya, pencak silat kini sudah diakui di dunia internasional sebagai salah satu seni bela diri yang memiliki unsur keindahan dan filosofi yang mendalam. Namun, di balik gerakan-gerakannya yang indah itu, pencak silat juga memiliki jurus-jurus yang mematikan.


   
Berikut ini beberapa pengertian seni yang dikemukakan oleh para ahli, filsuf, pakar seni, pakar pendidikan, dan pakar kebudayaan:
  • Pengertian Seni Menurut Plato: Seni adalah hasil tiruan alam (art is imitator naturam). Pandangan mengenai seni sebagai imitasi ini berlangsung dominan sampai abad ke-19.
  • Pengertian Seni Menurut Benedeto Croce: Seni adalah ungkapan kesan-kesan (art is expression of impressions)
  • Pengertian Seni Menurut Leo Tolstoy: Seni adalah aktivitas manusia yang menghasilkan sesuatu yang indah.
  • Pengertian Seni Menurut Susanne K. Langer: Seni dapat diartikan sebagai kegiatan menciptakan bentuk-bentuk yang dapat dimengerti atau dipersepsi yang mengungkapkan perasaan manusia.
  • Pengertian Seni Menurut S. Sudjojono: Seni adalah jiwa tampak.
  • Pengertian Seni Menurut Ki Hajar Dewantara: Seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya yang hidup dan bersifat indah, hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.

Disarikan dari :
Wikipedia 10.37, 17 Maret 2014,Hubungan bela diri dengan seni, www.kotahujan.com pada tanggal 30 Maret 2014 oleh Husni Mubbarak
Pada tanggal 13 November 2013 disarikan Pengertian seni menurut para ahli www.pengertianahli.com

1 komentar: