Nelly- Just A Dream

Rabu, 18 Juni 2014

Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

Knowledge (Pengetahuan)
          Pengetahuan tidak bisa dipandang seperti memandang suatu objek yang terdapat di sana, di depan subjek, yang dapat dijangkau oleh pandangan dan oleh tangan manusia.
          Permasalahan kritis di sini adalah kompleksitas pengetahuan manusia yang sulit dijangkau secara lengkap, utuh, dan paripurna oleh budi manusia yang terbatas.
          Pengetahuan itu dikatakan indrawi lahir atau indrawi luar kalau orang mencapainya secara langsung, melalui penglihatan, pendengaran, pembau, perasaan, serta peraba setiap kenyataan yang mengelilinginya.
          Pengetahuan itu dinamakan pengetahuan indrawi batin ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat di luar jangkauannya. Pengetahuan seterusnya disebut perseptif, ketika sambil muncul secara spontan, pengetahuan itu memungkinkan orang untuk menyesuaikan dirinya secara langsung dengan situasi yang disajikan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menyatakan dirinya melalui gerakan tangan, tingkah laku, gerakan-gerakan, sikap-sikap, tindakan, serta jerit teriakan, daripada dengan perkataan yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas.
          Ada juga yang disebut pengetahuan refleksif, ketika pengetahuan itu membuat objektif kodrat dari suatu realitas apa pun juga. Pengungkapannya adalah, baik dalam bentuk ide, konsep, definisi, serta putusan-putusan maupun dalam bentuk lambang, mitos, atau karya-karya seni. Pengetahuan disebut pula diskursif, ketika pengetahuan itu memperhatikan suatu aspek dari benda kemudian suatu aspek yang lain, ketika pengetahuan itu pergi dan datang dari keseluruhan ke bagian-bagian, dan dari bagian-bagian ke keseluruhan. Pengetahuan dalam arti ini lebih menampakkan diri sebagai sesuatu yang datang dari sebab ke akibat dan dari akibat ke sebab, dari prinsip ke konsekuensi dan dari konsekuensi ke prinsip, dan sebagainya.
          Seterusnya, ada pula yang disebut pengetahuan intuitif, ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian, sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya. Pengetahuan itu adalah induktif, bila menarik yang universal dari yang individual, dan sebaliknya deduktif, bila menarik yang individual dari yang universal. Pengetahuan itu kontemplatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam dirinya dan untuk dirinya sendiri. Pengetahuan itu disebut spekulatif, bila mempertimbangkan benda-benda dalam bayangan-bayangan dan ide-ide, atau konsep-konsep tentang benda-benda itu. Praktis, kalau mempertimbangkan benda-benda menurut bagaimana mereka bisa dipergunakan. Pengetahuan itu sinergis, kalau merupakan akumulasi dari seluruh daya kemampuan dari subjek (yang sedang mengetahui). Keseluruhan jenis pengetahuan ini dikoordinasikan dari anggota-anggotanya, organ-organnya, dan kemampuan-kemampuannya, yang indrawi dan intelektif. Akhirnya, pengetahuan menjadi sangat kompleks dan beraneka ragam sifat dan bentuknya. Pengetahuan pun tampak di dalam banyak bentuknya yang berbeda-beda. Pengetahuan memakai bermacam-macam jalan, menurut bagai­mana cara diambil, baik itu berupa objek maupun makhluk berbeda-beda yang tipe dan realitasnya berlain-lainan tingkat dan macamnya. Pengetahuan tentang materi, tentang luasnya, tentang gerakan, tentang hidup, tentang manusia, berbeda sekali satu sama lainnya.

          Pendeknya, tidak baik kalau pengetahuan manusia yang begitu kaya dan kompleks direduksikan kepada salah satu dari cara-caranya, atau kalau satu cara atau bentuknya terlalu ditekankan atau dimutlakkan sehingga merugikan lainnya.

Intelligence (Pengertian)
          Istilah Inteligensi diambil dari kata intellectus dan kata kerja intellegere (bahasa Latin). Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap. Kata intellegere dengan ini berarti membaca dalam pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.
          Menjadi inteligen berarti menangkap apa yang fundamental pada jenis ini atau macam ada yang itu, berarti menangkap apa yang esensial dari suatu gejala. melihat apa yang hakiki dalam kegiatan ini atau itu (menambah. mengurangi, mengalihkan, atau membagi).
          Inteligensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi, dengan menggunakan kombinasi fungsi-fungsi seperti persepsi, ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi. seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol (pengendalian), memilih, mengarahkan. Berbeda dengan naluri, kebiasaan, adat istiadat, hafalan tanpa mempergunakan pikiran, tradisi.
          Pada tingkat intelek (pemahaman) yang lebih tinggi, inteligensi juga dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah-masalah (soal-soal kebingungan) dengan penggunaan pemikiran abstrak.
          Tingkat-tingkat inteligensi yang lebih tinggi berisi unsur-unsur seperti simbolisasi dan komunikasi pemikir­an abstrak, analisis kritis, dan rekonstruksi untuk diterapkan pada kemungkinan-kemungkinan lebih lanjut dan/atau pada situasi-situasi yang terkait, entah praktis atau teoretis (Lorens Bagus, 1996: 359). Demikianlah, hal-hal yang berada pada tiap-tiap tahap perkembangan pengetahuan intelektif tidak dapat dipandang sebagai keseluruhan inteligensi itu sendiri.
          Bentuk-bentuk kegiatan intelektif manusia berasal dari tahap-tahap yang paling rendah (sederhana) sampai ke tahap yang lebih tinggi (kompleks). Pengetahuan itu berjalan dari tahap yang tidak sadar sampai kepada tahap yang sadar yang menempatkannya secara sistematis dan reflektif. Pengetahuan pada tahap sadar ini memiliki sistematisasi dan refleksi. Pengetahuan intelektif yang paling rendah atau yang paling sederhana adalah penglihatan atau penanggapan (persepsi). Kegiatan intelektif pada tahap yang rendah atau sederhana ini umumnya digerakkan secara tidak sadar dan prareflektif. Persepsi ini, misalnya, tampak pada refleksi spontan, prasadar, dan prapribadi.

Sumber; binusmaya, pada tanggal 19 juni 2014

Human Philosophical Reflections 1: Greece and Rome Philosophy, Changing Concepts of the Body, and the Games

Greek Influence
n  Greeks developed much of the Western world’s belief about the body and physical education
¨  Likely with Judaic and Phoenician influences
n  Two metaphysical systems in Greece
¨  Naturalistic: man’s nature is both spiritual and corporeal (physical)
n  Achieving balance is desired
n  Emphasized physical and intellectual education
Classical Humanism
n  Emphasized existence as humans—welfare of the individual is most important
¨  Body was important
n  One’s purpose in the universe was to work out his destiny
n  Plato was not a humanist
¨  Emphasized mind more than the body

Greek Ideals: Arete and Agon
n  Ideals that resonated with every Greek
n  Greeks were most like the gods when striving and competing for excellence
n  The Greek ideal was the excellent scholar-athlete-soldier

n  Arete is possible only while individual is striving
¨   Those who think they have attained it have lost it
¨   Have passed into hubris (excessive pride)

n  Arete includes virtue, skill, prowess, pride, excellence, valor, and nobility (Stephen Miller)

sumber : binusmaya, pada tanggal 19 juni 2014

Deviance, Crime, Social control, dan Global inequality



Deviance 
Perilaku menyimpang (deviance)adalah perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.

Pengertian penyimpangan menurut para ahli :
Bruce J. Cohen
Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.
Gillin
 
Perilaku menyimpang adalah perilaku yang menyimpang dari norma dan nilai sosial keluarga dan masyarakat yang menjadi penyebab memudarnya ikatan atau solidaritas kelompok.
Lewis Coser
 
Mengemukakan bahwa perilaku menyimpang merupakan salah satu cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.James Vander Zenden Penyimpangan sosial adalah perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi.
Paul B. Horton
 
Mengutarakan bahwa penyimpangan adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat
Robert M.Z. Lawang
 
Penyimpangan sosial adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang itu.

Social control 
Kontrol sosial adalah merupakan suatu mekanisme untuk mencegah penyimpangan sosial serta mengajak dan mengarahkan masyarakat untuk berperilaku dan bersikap sesuai norma dan nilai yang berlaku.


Macam-Macam / Jenis-Jenis Cara Pengendalian Sosial

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan sosial masyarakat :

1. Pengendalian Lisan (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian lisan diberikan dengan menggunakan bahasa lisan guna mengajak anggota kelompok sosial untuk mengikuti peraturan yang berlaku.

2. Pengendalian Simbolik (Pengendalian Sosial Persuasif)
Pengendalian simbolik merupakan pengendalian yang dilakukan dengan melalui gambar, tulisan, iklan, dan lain-lain. Contoh : Spanduk, poster, Rambu Lalu Lintas, dll.

3. Pengendalian Kekerasan (Pengendalian Koersif)
Pengendalian melalui cara-cara kekerasan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk membuat si pelanggar jera dan membuatnya tidak berani melakukan kesalahan yang sama. Contoh seperti main hakim sendiri.


Crime
Pidana atau tindak kriminal segala sesuatu yang melanggar hukum atau sebuah tindak kejahatan. Pelaku kriminalitas disebut seorang kriminal.


Penyebab terjadinya tindak kriminal :

-Pertentangan dan persaingan kebudayaan
-Perbedaan ideologi politik
-Kepadatan dan komposisi penduduk
-Perbedaan distribusi kebudayaan
-Perbedaan kekayaan dan pendapatan
-Mentalitas yang labil
-faktor dasar seperti faktor biologi, psikologi, dan sosioemosional


Global inequality

Ketidaksetaraan global mengacu pada ketidakadilan atau distribusi yang tidak merata dari aspek-aspek tertentu. Misalnya, ketimpangan global dapat merujuk pada kurangnya barang-barang penting seperti makanan di beberapa tempat.

Sumber : wikipedia, pada tanggal 19 juni 2014




Globalisasi, Teknologi, Media Massa, dan Perubahan Sosial

Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan infrastruktur transportasi dan telekomunikasi, termasuk kemunculan telegrafdan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorongsaling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.


Teori globalisasi
Cochrane dan Pain menegaskan bahwa dalam kaitannya dengan globalisasi, terdapat tiga posisi teoritis yang dapat dilihat, yaitu:

·         Para globalis percaya bahwa globalisasi adalah sebuah kenyataan yang memiliki konsekuensi nyata terhadap bagaimana orang dan lembaga di seluruh dunia berjalan. Mereka percaya bahwa negara-negara dan kebudayaan lokal akan hilang diterpa kebudayaan dan ekonomi global yang homogen.
·         Para tradisionalis tidak percaya bahwa globalisasi tengah terjadi. Mereka berpendapat bahwa fenomena ini adalah sebuah mitos semata atau, jika memang ada, terlalu dibesar-besarkan.
·         Para transformasionalis berada di antara para globalis dan tradisionalis. Mereka setuju bahwa pengaruh globalisasi telah sangat dilebih-lebihkan oleh para globalis. Namun, mereka juga berpendapat bahwa sangat bodoh jika kita menyangkal keberadaan konsep ini. Posisi teoritis ini berpendapat bahwa globalisasi seharusnya dipahami sebagai "seperangkat hubungan yang saling berkaitan dengan murni melalui sebuah kekuatan, yang sebagian besar tidak terjadi secara langsung".


Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.

Ada tiga klasifikasi dasar dari kemajuan teknologi yaitu :
·        
 Kemajuan teknologi yang bersifat netral (bahasa Inggris: neutral technological progress)
Terjadi bila tingkat pengeluaran (output) lebih tinggi dicapai dengan kuantitas dan kombinasi faktor-faktor pemasukan(input) yang sama.
·         Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (bahasa Inggris: labor-saving technological progress)
Kemajuan teknologi yang terjadi sejak akhir abad kesembilan belas banyak ditandai oleh meningkatnya secara cepat teknologi yang hemat tenaga kerja dalam memproduksi sesuatu mulai dari kacang-kacangan sampai sepeda hingga jembatan.
·         Kemajuan teknologi yang hemat modal (bahasa Inggris: capital-saving technological progress)
Fenomena yang relatif langka. Hal ini terutama disebabkan karena hampir semua riset teknologi dan ilmu pengetahuan di dunia dilakukan di negara-negara maju, yang lebih ditujukan untuk menghemat tenaga kerja, bukan modalnya.


Media massa
Jenis-jenis media massa

Media massa tradisional

Media massa tradisional adalah media massa dengan otoritas dan memiliki organisasi yang jelas sebagai media massa. Secara tradisional media massa digolongkan sebagai berikut: surat kabar, majalah, radio, televisi, film (layar lebar).

Media massa modern

Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular.
 Dalam jenis media ini terdapat ciri-ciri seperti:

1.Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (melalui SMS atau internet misalnya)
2.Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual
3.Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu
4.Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam
5.Penerima yang menentukan waktu interaksi

Perubahan sosial
Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli diantaranya adalah sebagai berikut :

Gillin
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi, maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru dalam masyarakat.

Emile Durkheim 
Perubahan sosial terjadi sebagai hasil dari faktor-faktor ekologis dan demografis, yang mengubah kehidupan masyarakat dari kondisi tradisional yang diikat solidaritas mekanistik, ke dalam kondisi masyarakat modern yang diikat oleh solidaritas organistik.

Kingsley Davis 
Perubahan sosial merupakan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat 

Mac Iver 
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (ekuilibrium) hubungan sosial

William F. Ogburn 
Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial

·         Bentuk-bentuk :

- Perubahan Evolusi dan Perubahan Revolusi

- Perubahan direncanakan dan tidak direncanakan

- Perubahan berpengaruh besar dan berpengaruh kecil

Sumber : wikipedia, pada tanggal 19 juni 2014
Pada tanggal 4 juni 2014, disarikan dari Perubahan Sosial, id.wikipedia.org


Collective Behavior and Social Movements

Teori Perilaku Kolektif
Perilaku kolektif merupakan perilaku yang relatif spontandan tidak terstruktur dari sekelompok orang yang bereaksi terhadap pengaruh umum dalam situasi ambigu. (Smelser)Sulit bagi sosiolog untuk generalisasi tentang masyarakatperilaku dalam situasi seperti fluida.


Perspective Emergent-Norm
Muncul perspektif norma : Selama episode perilaku kolektif,definisi perilaku apa yang tepat atau tidak muncul dari kerumunan. Mencerminkan keyakinan bersama dipegang olehanggota kelompok. Latitude untuk berbagai tindakan dalamkerangka umum ditetapkan oleh norma muncul.


Perspective Value-Added

Model nilai tambah: menjelaskan seberapa luas kondisi sosialyang berubah dalam pola tertentu ke dalam beberapa bentukperilaku kolektif.

a. kondusifitas struktural
b. regangan struktural
c. keyakinan Generalized
d. faktor pencetus
e. Mobilisasi tindakan
f. Latihan kontrol sosial


Perakitan Perspektif
Perspektif Perakitan : Meneliti bagaimana dan mengapa orang bergerak dari titik yang berbeda dalam ruang untuklokasi umum .

· Rakitan periodik : Berulang, pertemuan yang relatifrutin seperti kelompok kerja, kelas kuliah, acara olahraga .
· Rakitan nonperiodik: meliputi demonstrasi, parade,dan pertemuan di acara-acara seperti kebakaran dan penangkapan.

Gerakan Sosial
Gerakan sosial : menyelenggarakan kegiatan kolektif untuk membawa atau menolak perubahan dalam kelompok atau masyarakat
- Gerakan-gerakan sosial memiliki dramatis berdampak pada perjalanan sejarah dan evolusi struktur sosial
- Fungsionalis : berkontribusi pada pembentukan opini publik semakin mengambil dimensi internasional

Gerakan Sosial Baru
Gerakan sosial baru : kegiatan kolektif terorganisir yang mempromosikan otonomi , penentuan nasib sendiri , dan peningkatan kualitas hidup
- Gerakan sosial baru umumnya tidak melihat pemerintah sebagai sekutu mereka.

Sumber;
Binusmaya tentang Collective Behavior and Social Movements. Pada tanggal 19 juni 2014


Selasa, 10 Juni 2014

Collective Behavior and Social Movements


Theories of Collective Behavior
       Collective behavior: “relatively spontaneous and unstructured
behavior of a group of people who
are reacting to a common influence
in an ambiguous situation” (Smelser)
Emergent-Norm Perspective
       Emergent norm perspective:
during episode of collective behavior, definition of what behavior is appropriate
or not emerges from the crowd
      Reflects shared convictions
held by members of the group
Value-Added Perspective
       Value-added model: explains
how broad social conditions are transformed in a definite pattern
into some form of collective behavior
      Structural conduciveness
      Structural strain
      Generalized belief
      Precipitating factor
      Mobilization for action
      Exercise of social control
Assembling Perspective
       Assembling perspective: examines
how and why people move from different points in space to a common location
      Periodic assemblies: recurring,
relatively routine gatherings such as work groups, college classes, sporting events
      Nonperiodic assemblies: includes demonstrations, parades, and gatherings
at such events as fires and arrests
Crowds
       Crowd: temporary groupings of
people in close proximity who
share a common focus or interest
      Not totally lacking in structure
      Even during riots, participants governed
by identifiable social norms and
exhibit definite patterns of behavior
      Emergent-norm perspective suggests
that new social norm is accepted
      Taken on new meaning with Internet
Disaster Behavior
       Disaster: sudden or disruptive event
or events that overtaxes community’s resources requiring outside aid
       Disaster Research
      Disaster Research Center
at University of Delaware
          Developed planning for establishing
emergency health care, rumor control
and mental health centers, and disaster preparedness/emergency-response programs
Fads and Fashions
       Fads: temporary patterns of behavior involving large numbers of people
       Fashions: pleasurable mass
involvements that feature acceptance
by society and historical continuity
Panics and Crazes
       Craze: exciting mass involvement
that lasts for relatively long period
       Panic: fearful arousal or collective
flight based on a generalized belief
that may or may not be accurate
Panics and Crazes
       Craze: exciting mass involvement
that lasts for relatively long period
       Panic: fearful arousal or collective
flight based on a generalized belief
that may or may not be accurate
Rumors
       Rumors: piece of
information gathered
informally used
to interpret an
ambiguous situation
      Provide a group
with a shared belief
      Means of adapting to change
      Reinforce people’s ideologies
and suspicion of mass media

Sumber :binusmayacollectivebehaviorndsocialmovements


Selasa, 03 Juni 2014

Collonialism and Development, Cultural Exchange and Survival


 Imperialisme
Imperialisme mengacu pada kebijakan memperluas kekuasaan suatu bangsa atau kerajaan atas bangsa-bangsa asing dan mengambil dan menahan koloni asing.
Kolonialisme mengacu pada dominasi politik, sosial, ekonomi, dan budaya suatu wilayah dan rakyatnya oleh kekuatan asing untuk jangka waktu.
Imperialisme adalah setua negara.
Kolonialisme modern dimulai dengan Age of Discovery di mana negara-negara Eropa mendirikan koloni di seluruh Dunia Baru.
British Colonialism
Pencarian untuk sumber daya dan pasar baru untuk meningkatkan keuntungan memicu kolonialisme Inggris.
Tahap pertama dari kolonialisme Inggris terkonsentrasi di New World, barat Afrika, dan India dan datang ke dekat dengan Revolusi Amerika.
Selama periode kedua kolonialisme, Inggris akhirnya menguasai sebagian besar India, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan sebagian besar dari Afrika timur dan selatan.
Upaya kolonial Inggris dibenarkan oleh apa Kipling disebut "beban orang kulit putih" yang menegaskan bahwa penduduk asli tidak mampu mengatur diri mereka sendiri dan membutuhkan putih, kolonialis Inggris menyediakan dan menjaga ketertiban.
French Colonialism
Kolonialisme Prancis lebih disebabkan oleh negara, gereja, dan militer, bukan oleh kepentingan bisnis.
Tahap pertama dari upaya kolonial Perancis difokuskan di Kanada, Wilayah Louisiana, Karibia, dan Afrika Barat.
Selama fase kedua kolonialisme Perancis (1870 Perang Dunia II), kekaisaran tumbuh dengan menyertakan sebagian besar Afrika utara dan Indochina.
Legitimasi ideologis untuk kolonialisme Prancis adalah civilisatrice misi (mirip dengan "beban orang kulit putih"); untuk menyebarkan budaya Prancis, bahasa, dan agama di seluruh koloni.
Colonialism and Identity
Perbedaan etnis dan politik di seluruh dunia sangat terganggu oleh kolonialisme.
Sebagai contoh, banyak dari batas-batas politik modern di barat Afrika didasarkan pada linguistik, politik, dan ekonomi kontras yang merupakan hasil dari kebijakan kolonial Eropa di wilayah tersebut.
Postcolonial Studies
Kajian postkolonial mengacu pada penelitian yang menargetkan interaksi antara negara-negara Eropa dan masyarakat yang mereka dijajah.
Istilah ini juga digunakan untuk merujuk pada paruh kedua abad ke-20.
Istilah ini juga dapat digunakan untuk menandakan posisi melawan imperialisme dan Eurosentrisme.
Development: Philosophy
Sebuah filosofi intervensi adalah pembenaran ideologis untuk campur tangan dalam kehidupan penduduk asli, didasarkan pada asumsi bahwa seseorang memiliki cara yang unggul hidup atau berpikir.
Beban British kerajaan-putih manusia
French civilisatrice kerajaan-misi
Pembangunan ekonomi rencana-industrialisasi, modernisasi, westernisasi, dan individualisme adalah kemajuan evolusi diinginkan yang akan membawa manfaat jangka panjang kepada penduduk setempat.

Sumber : binusmayamateriilmusosialuntukpsikologi


Sabtu, 12 April 2014

Parenting Style



       Authoritative
                Pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka.
Ø   Demokrasi
Ø  Adanya batas-batasan dan bimbingan
Ø  Bersedia mendengarkan ide dan membuat kesepakatan
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Bahagia
Ø  Percaya diri dalam tugas baru
Ø  Mampu mengendalikan diri

       Authoritarian
                Cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman.
Ø  Tidak tolerasi
Ø  Harus taat
Ø  Paksaan
Ø  Menghukum
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Konsep diri negatif
Ø  Tertekan
Ø  Tidak dapat mengintemalisasi standar modal (sekedar taat)

       Permissive
                Pemanja biasanya meberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. 
Ø  Bebas, diperbolehkan
Ø  Tidak ada bimbingan, arahan, batasan
Ø  Memanjakan
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Kurang dewasa
Ø  Agresif
Ø  Berontak
Ø  Tidak dapat mengendalikan diri
Ø  Bossy

       Neglect / Uninvolved
                Tipe penelantar, orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biayapun dihemat-hemat untuk anak mereka. 
Ø  Orang tua lalai
Ø  Tidak peduli
Ø  Jarang ada komunikasi/ bahkan tidak ada
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Tidak punya pendirian
Ø  Agresif
Ø  Moody


Video
From "The Secret" - a Gift to You...


TANTANGAN PENDIDIKAN ANAK
DI ERA GLOBALISASI

Tips Mendidik Anak di Era Digital
       Belajar dan Mengenal TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
       Menyaring dan Menyeleksi Kontennya dan Melakukan Pendampingan
       Kendalikan Waktu Akses, Ajak Anak Bermain dan Berinteraksi Tanpa Mesin
       Pelajari Apa Yang Bermanfaat dari Teknologi Mulai dari Kita Sebagai Orang Tua
       Daftar Aplikasi iPad dan Android untuk belajar
                                - Daftar aplikasi iPad yang dikelompokkan sesuai dengan taksonomi Bloom
                                - Daftar Aplikasi Android yang Dikelompok kan Sesuai dengan  Taksonomi Bloom


Pendidikan Anak Pada Masa Wire Generation
Wire Generation sebuah generasi baru yang lahir di era digital yang telah mampu merubah dunia ini.
o   Kontrol Terhadap Beberapa Media (Internet, games, film/ sinetron/ DVD, komik, iklan)
o   Melakukan Kontrol dan Menguasai teknologi Sebagai Suatu Solusi
- Tips bagi orang tua jika anak sudah kecanduan perangkat digital atau pornografi
                                    > Rumuskan ulang pola pengasuhan anak dengan pasangan
            > Bedakan pola pengasuhan antara anak laki-laki dan perempuan
> Jika anak sudah terlanjur terekspos pada konten  pornografi, jangan memarahi melainkan menanyakan apa  penyebabnya, lalu minta maaf pada anak

                                - Berikut ini langkah-langkah untuk menjadi terapis bagi anak :
                                     > Tenang !
                                                                - Sikap tenang dan bijak sebelum bertindak.
                                    > Hindari Marah dan Panik 
                                                                - Marah tidak dapat menyelesaikan masalah, yang                                                                                          ada dapat menjauhkan anak dari orang tua.
> Diterima, Memaafkan, minta ampun dengan  Tuhan dan mulailah bermusyawarah
                                                                - Menerima kenyataan dan memaafkan, bagaimana                                                                                       pun buah hati membutuhkan bantuan untuk  lepas dari kecanduan
                - Lakukan musyawarah dengan keluarga, untuk  mengambil                             keputusan selanjutnya
> Anak membutuhkan 3P : Penerimaan, Pujian dan Penghargaan
                                                                - Jika anak sudah merasa dihargai, maka anak akan                                                                                          mudah diajak kompromi
                                     > Perbaiki pola pengasuhan

Cara  menghadapi anak tersebut :
Ø  Cari tahu penyebab anak mengenalnya
Ø  Selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan harga dirinya, ini akan membuat kecanduannya menurun
Ø  Jelaskan target penyedia pornografi
Ø  Tanyakan bagaimana pendapatnya
Ø  Susun langkah yang akan dilakukan bersama
Ø  Anak butuh pendampingan
Terapis yang paling baik adalah orang tuanya sendiri.

o   Delapan hal yang bisa bermanfaat untuk membantu anak dalam proses terapi ini :
Ø  Jangan fokus pada aspek prestasi akademik semata
Ø  Aktif dalam menggunakan teknologi media
Ø  Komunikasi dan disiplin yang berbeda, yaitu dengan kasih sayang
Ø  Perkuat iman anak
Ø  Kemampuan berpikir kritis
Ø  Konsep dan harga diri yang baik
Ø  Mandiri dan bertanggung jawab

Sikap yang perlu diwaspadai orang tua :
Ø  Persoalan baru
Ø  Komunikasi lewat tulisan
Ø  Keamanan anak
Ø  Kedisplinan anak
Ø  Kurangnya komunikasi “teknologi mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”

Sikap orang tua terhadap anak
Ø  Tahu perkembangan teknologi, jangan sampai kalah dengan anak, untuk mengontrol sebelum adanya masalah
Ø  Lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang
Ø  Lebih waspada dan tidak panik
Ø  Ada baiknya menggunakan teknologi tersebut sebelum anak yang menggunakan
Ø  Berikan sesuai dengan tujuan dan perkembangan usianya

Implikasi  dalam pendidikan dan pendampinga anak di era globalisasi
Ø  Anak didik bukan hanya mempelajari materi pelajaran, melainkan lebih penting bagi anak didik untuk mampu mengkomunikasikan (learning to know).
Ø  Anak didik dapat mempelajari bagaimana kreatifitas, produktifitas, ketangguhan dan profesionalitas dalam menghadapi situasi era global yang terus berkembang (learning to do).
Ø  Anak didik harus mampu mengembangkan potensi diri yang meliputi kemandirian,  kemampuan bernalar, berimajinasi, disiplin dan bertanggung jawab (learning to be).
Ø  Anak didik hendaknya mempunyai pemahaman hidup yang seimbang dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi budaya (learning to live together).

       Cara merangsang kemampuan anak usia dini agar  berkembang secara optimal :
Ø  Gunakan kata-kata sederhana sehingga anak mampu menangkap dan memberi tanggapan dengan baik
Ø  Tanamkan pemahaman konsep dengan learning by doing
Ø  Rangsang kreatifitas anak melalui pengenalan alat musik, lagu-lagu
Ø  Formula susu dengan DHA mampu merangsang aktifitas anak
Ø  Rangsang anak melalui pengembangan body kinesthetic
Ø  Bentuk kemampuan bergaul anak dengan mengenali perasaan orang lain maupun sendiri
Ø  Latih anak untuk dapat  mengekspresikan emosi diri dan memberi respons melalui emosi yang stabil
Ø  Ajak anak mengenali dan memelihara alam lingkungan agar mampu ikut berperan melestarikan alam ( global warming)


Sumber dari : seminar “ Pola Pengasuhan Era Globalisasi” 29 Maret 2014 di hotel Fame Paramount Gading Serpong oleh Bapak Nanang,MFCC