Nelly- Just A Dream

Sabtu, 12 April 2014

Parenting Style



       Authoritative
                Pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka.
Ø   Demokrasi
Ø  Adanya batas-batasan dan bimbingan
Ø  Bersedia mendengarkan ide dan membuat kesepakatan
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Bahagia
Ø  Percaya diri dalam tugas baru
Ø  Mampu mengendalikan diri

       Authoritarian
                Cenderung menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan ancaman-ancaman.
Ø  Tidak tolerasi
Ø  Harus taat
Ø  Paksaan
Ø  Menghukum
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Konsep diri negatif
Ø  Tertekan
Ø  Tidak dapat mengintemalisasi standar modal (sekedar taat)

       Permissive
                Pemanja biasanya meberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya. 
Ø  Bebas, diperbolehkan
Ø  Tidak ada bimbingan, arahan, batasan
Ø  Memanjakan
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Kurang dewasa
Ø  Agresif
Ø  Berontak
Ø  Tidak dapat mengendalikan diri
Ø  Bossy

       Neglect / Uninvolved
                Tipe penelantar, orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biayapun dihemat-hemat untuk anak mereka. 
Ø  Orang tua lalai
Ø  Tidak peduli
Ø  Jarang ada komunikasi/ bahkan tidak ada
Hasil didikan terhadap anak :
Ø  Tidak punya pendirian
Ø  Agresif
Ø  Moody


Video
From "The Secret" - a Gift to You...


TANTANGAN PENDIDIKAN ANAK
DI ERA GLOBALISASI

Tips Mendidik Anak di Era Digital
       Belajar dan Mengenal TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)
       Menyaring dan Menyeleksi Kontennya dan Melakukan Pendampingan
       Kendalikan Waktu Akses, Ajak Anak Bermain dan Berinteraksi Tanpa Mesin
       Pelajari Apa Yang Bermanfaat dari Teknologi Mulai dari Kita Sebagai Orang Tua
       Daftar Aplikasi iPad dan Android untuk belajar
                                - Daftar aplikasi iPad yang dikelompokkan sesuai dengan taksonomi Bloom
                                - Daftar Aplikasi Android yang Dikelompok kan Sesuai dengan  Taksonomi Bloom


Pendidikan Anak Pada Masa Wire Generation
Wire Generation sebuah generasi baru yang lahir di era digital yang telah mampu merubah dunia ini.
o   Kontrol Terhadap Beberapa Media (Internet, games, film/ sinetron/ DVD, komik, iklan)
o   Melakukan Kontrol dan Menguasai teknologi Sebagai Suatu Solusi
- Tips bagi orang tua jika anak sudah kecanduan perangkat digital atau pornografi
                                    > Rumuskan ulang pola pengasuhan anak dengan pasangan
            > Bedakan pola pengasuhan antara anak laki-laki dan perempuan
> Jika anak sudah terlanjur terekspos pada konten  pornografi, jangan memarahi melainkan menanyakan apa  penyebabnya, lalu minta maaf pada anak

                                - Berikut ini langkah-langkah untuk menjadi terapis bagi anak :
                                     > Tenang !
                                                                - Sikap tenang dan bijak sebelum bertindak.
                                    > Hindari Marah dan Panik 
                                                                - Marah tidak dapat menyelesaikan masalah, yang                                                                                          ada dapat menjauhkan anak dari orang tua.
> Diterima, Memaafkan, minta ampun dengan  Tuhan dan mulailah bermusyawarah
                                                                - Menerima kenyataan dan memaafkan, bagaimana                                                                                       pun buah hati membutuhkan bantuan untuk  lepas dari kecanduan
                - Lakukan musyawarah dengan keluarga, untuk  mengambil                             keputusan selanjutnya
> Anak membutuhkan 3P : Penerimaan, Pujian dan Penghargaan
                                                                - Jika anak sudah merasa dihargai, maka anak akan                                                                                          mudah diajak kompromi
                                     > Perbaiki pola pengasuhan

Cara  menghadapi anak tersebut :
Ø  Cari tahu penyebab anak mengenalnya
Ø  Selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan harga dirinya, ini akan membuat kecanduannya menurun
Ø  Jelaskan target penyedia pornografi
Ø  Tanyakan bagaimana pendapatnya
Ø  Susun langkah yang akan dilakukan bersama
Ø  Anak butuh pendampingan
Terapis yang paling baik adalah orang tuanya sendiri.

o   Delapan hal yang bisa bermanfaat untuk membantu anak dalam proses terapi ini :
Ø  Jangan fokus pada aspek prestasi akademik semata
Ø  Aktif dalam menggunakan teknologi media
Ø  Komunikasi dan disiplin yang berbeda, yaitu dengan kasih sayang
Ø  Perkuat iman anak
Ø  Kemampuan berpikir kritis
Ø  Konsep dan harga diri yang baik
Ø  Mandiri dan bertanggung jawab

Sikap yang perlu diwaspadai orang tua :
Ø  Persoalan baru
Ø  Komunikasi lewat tulisan
Ø  Keamanan anak
Ø  Kedisplinan anak
Ø  Kurangnya komunikasi “teknologi mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”

Sikap orang tua terhadap anak
Ø  Tahu perkembangan teknologi, jangan sampai kalah dengan anak, untuk mengontrol sebelum adanya masalah
Ø  Lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang
Ø  Lebih waspada dan tidak panik
Ø  Ada baiknya menggunakan teknologi tersebut sebelum anak yang menggunakan
Ø  Berikan sesuai dengan tujuan dan perkembangan usianya

Implikasi  dalam pendidikan dan pendampinga anak di era globalisasi
Ø  Anak didik bukan hanya mempelajari materi pelajaran, melainkan lebih penting bagi anak didik untuk mampu mengkomunikasikan (learning to know).
Ø  Anak didik dapat mempelajari bagaimana kreatifitas, produktifitas, ketangguhan dan profesionalitas dalam menghadapi situasi era global yang terus berkembang (learning to do).
Ø  Anak didik harus mampu mengembangkan potensi diri yang meliputi kemandirian,  kemampuan bernalar, berimajinasi, disiplin dan bertanggung jawab (learning to be).
Ø  Anak didik hendaknya mempunyai pemahaman hidup yang seimbang dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi budaya (learning to live together).

       Cara merangsang kemampuan anak usia dini agar  berkembang secara optimal :
Ø  Gunakan kata-kata sederhana sehingga anak mampu menangkap dan memberi tanggapan dengan baik
Ø  Tanamkan pemahaman konsep dengan learning by doing
Ø  Rangsang kreatifitas anak melalui pengenalan alat musik, lagu-lagu
Ø  Formula susu dengan DHA mampu merangsang aktifitas anak
Ø  Rangsang anak melalui pengembangan body kinesthetic
Ø  Bentuk kemampuan bergaul anak dengan mengenali perasaan orang lain maupun sendiri
Ø  Latih anak untuk dapat  mengekspresikan emosi diri dan memberi respons melalui emosi yang stabil
Ø  Ajak anak mengenali dan memelihara alam lingkungan agar mampu ikut berperan melestarikan alam ( global warming)


Sumber dari : seminar “ Pola Pengasuhan Era Globalisasi” 29 Maret 2014 di hotel Fame Paramount Gading Serpong oleh Bapak Nanang,MFCC

Minggu, 06 April 2014

Mari Belajar Menjadi Orang Tua Yang Lebih Sabar

Foto : copyright shutterstock


Orang tua adalah figur terdekat yang ditemui anak setiap hari. Kebanyakan anak meniru sikap dan perilaku orang tuanya seperti yang dilihatnya sehari-hari. Namun kebanyakan orang tua sulit mengendalikan emosinya ketika berurusan dengan anak yang sedang rewel. Kadang beberapa orang tua marah tidak jelas ke anaknya ketika sangat sibuk dengan pekerjaannya atau sedang ada masalah. Ingat, anak-anak juga bisa menirukan bagaimana cara Anda melampiaskan kemarahan. Jika masih sering marah-marah pada anak, yuk belajar lebih sabar dilansir dari todaysparent.com.

1. Berteman dengan emosi Anda
Emosi bukan hanya rasa marah dan sedih. Emosi adalah gabungan semua perasaan baik sedih, senang, marah, dan lainnya. Jika Anda mampu mengontrol emosional Anda, maka bisa dengan mudah Anda menempatkan dan mengungkapkan emosi Anda. Bertemanlah dengannya, bagaimana caranya? Rangkul emosional Anda seperti layaknya teman Anda, ketika Anda merasa akan marah, ingatlah Anda harus bersabar, apa yang Anda lakukan akan ditiru anak Anda.

2. Tunda luapan emosi Anda

Diam adalah emas. Mungkin peribahasa ini sangat tepat jika dikondisikan untuk Anda yang sedang diselimuti rasa marah. Cara melampiaskan amarah yang mungkin tidak terlalu beresiko adalah diam. Ambil waktu untuk diam, gunakan waktu ini untuk meredakan emosi Anda. Jika sudah tenang, mulailah berpikir apakah pantas Anda marah.

3. Masalah yang datang tiba-tiba

Bagaimana reaksi Anda ketika si kecil memecahkan gelas kesayangan Anda? Ingat, gelas atau benda apapun bisa Anda beli, tetapi si kecil adalah pemberian Tuhan yang tidak mudah Anda dapatkan. Ingatlah ini, apapun masalah yang di dunia ini tidak ada yang terjadi tiba-tiba, semua ada awalnya dan pasti ada hikmahnya. Mungkin selama ini Anda kurang mengajarkan pada anak untuk berhati-hati.

4. Lebih dekat dengan anak

Anda lebih mudah berkompromi dengan anak jika Anda dekat dengannya bukan? Dekat dengan anak memiliki banyak sekali manfaat. Anda lebih mudah mengajari anak dan tentu saja bisa menjadi hiburan tersendiri ketika Anda sedang stres. Dekat bukan berarti memanjakan, ajari anak Anda untuk menjadi pribadi yang mandiri sesuai dengan usianya. Hal seperti ini tentunya juga sangat membantu Anda, terutama bagi Anda ibu yang juga bekerja.

Tips Membuat Anak Lebih Disiplin Tanpa Kekerasan


Membuat anak disiplin itu sangat perlu ladies. Anda harus mengajari mereka bagaimana cara menghargai waktu dan segala hal sejak usia dini. Memang tidak mudah mengajari anak-anak. Mereka sering memberontak bahkan kadang tidak mengerti. Nah, di sinilah peran Anda untuk mengajari mereka. Tidak perlu menggunakan kekerasan cukup dengan kelembutan dan kasih sayang anak Anda akan tumbuh menjadi anak yang lebih disiplin.
Seperti yang dilansir oleh ehow.cominilah tips mudah yang bisa Anda ajarkan pada anak-anak Anda
Berbagi Tanggung Jawab
Berbagi tugas membersihkan rumah bisa menjadi ide yang bagus. Berikan dia pekerjaan yang sesuai untuk usianya misalnya membersihkan mainannya sendiri atau kamar tidurnya itu sudah cukup untuk dia. Lakukan bersama-sama dengannya hal ini akan membuat dia bertanggung jawab serta disiplin terhadap hal yang ia lakukan sendiri.
Tunjukkan Kasih Sayang Anda
Membuat anak Anda disiplin berbeda dengan cara membuatnya takut. Kekerasan pada anak hanya akan membuat kepribadian terganggu. Ajarkan anak disiplin yang benar, jangan lupa selalu menunjukkan sayang Anda pada mereka. Berikan mereka pelukan serta ciuman hal ini akan membentuk mereka menjadi pribadi yang disiplin serta lembut.
Berikan Contoh Dari Diri Anda
Anak-anak cenderung akan meniru berbagai hal yang ia lihat. Sebagai orang tua Andalah contoh terdekat yang dapat di tiru oleh mereka. Nah, berikanlah beberapa contoh disiplin dari diri Anda sendiri. Mulai dari kebiasaan serta hal-hal yang Anda lakukan. Kebiasaan inilah yang juga akan membentuk kepribadian anak.
Memberikan Peringatan
Disini bukan berarti Anda mengancam atau membuatnya takut. Berikan anak Anda peringatan ketika anak Anda mulai membandel. peringatan kecil bisa Anda lakukan agar dia mengerti. Jangan berkata kasar atau bertindak keras padanya cukup berikan kata-kata yang pada akhirnya ia tidak akan mengulangi perbuatannya
Pola pengasuhan anak

Psikologi perkembangan telah lama tertarik pada bagaimana dampak pola asuh anak terhadap perkembangan anak. Namun, tidak mudah menemukan hubungan sebab-akibat antara tindakan spesifik orang tua dan perilaku anak-anak. Beberapa anak dibesarkan dalam lingkungan tertentu di mana ia tumbuh hingga memiliki kepribadian yang sangat mirip dengan "lingkungannya". Sebaliknya, beberapa anak yang lain yang dibesarkan di lingkungan yang sama tumbuh dan memiliki kepribadian mengejutkan yang berbeda dengan anak yang lain. 

Dengan berbagai macam tantangan tersebut, para peneliti berusaha menemukan hubungan yang meyakinkan antara pola pengasuhan anak dan efeknya terhadap perkembangan kepribadian anak. Psikolog Diana Baumrind melakukan penelitian pada lebih dari 100 anak usia prasekolah dengan menggunakan observasi naturalistik, wawancara orangtua dan metode penelitian lainnya. Ia kemudian mengidentifikasi 4 dimensi penting dalam
 pola pengasuhan anak: 

Pola Otoriter
 
Dalam pola ini, anak-anak diharapkan untuk mengikuti aturan ketat yang ditetapkan oleh orang tua. Kegagalan untuk mengikuti aturan seperti biasanya menghasilkan hukuman. Orang tua yang otoriter gagal untuk menjelaskan alasan di balik aturan-aturannya. Jika diminta untuk menjelaskan, orang tua mungkin hanya menjawab, "Karena aku bilang begitu." Para orangtua memiliki tuntutan yang tinggi, tetapi tidak responsif terhadap anak mereka. Menurut Baumrind, dalam pola otoriter orang tua mutlak untuk ditaati tanpa penjelasan.
 

Pola Otoritatif
 
Seperti orang tua otoriter, orang tua dengan pola pengasuhan otoritatif menetapkan aturan dan pedoman di mana anak diharapkan mengikuti. Namun, pola pengasuhan ini jauh lebih demokratis. Orang tua otoritatif responsif terhadap anak mereka dan bersedia untuk mendengarkan pertanyaan. Ketika anak gagal memenuhi harapan, para orang tua lebih memilih memaafkan daripada menghukum. Baumrind menunjukkan bahwa orang tua memantau dan menyampaikan standar yang jelas bagi perilaku anak mereka. Mereka tegas, tapi tidak mengganggu dan membatasi. Metode disiplin mereka berbentuk dukungan, bukan hukuman. Mereka ingin anak mereka bersikap tegas serta bertanggung jawab secara sosial dan disiplin terhadap diri sendiri.
 

Pola Permisif
 
Orangtua yang permisif kadang-kadang disebut sebagai orang tua yang memanjakan, memiliki sedikit tuntutan terhadap anak mereka. Para orangtua permisif jarang mendisiplinkan anak mereka karena mereka memiliki ekspektasi yang relatif rendah dalam kematangan dan kontrol diri. Menurut Baumrind, orangtua permisif lebih responsif daripada menuntut. Orangtua Permisif umumnya memelihara komunikasi dengan anak-anak mereka, lebih sering berstatus sebagai teman bagi anak-anaknya daripada sebagai orang tua.
 

Pola Tidak Terlibat
 
Pola pengasuhan tidak terlibat ditandai dengan beberapa tuntutan, respon rendah dan sedikit komunikasi. Sementara orang tua memenuhi kebutuhan dasar anaknya, mereka umumnya terpisah dari kehidupan anak mereka. Dalam kasus ekstrim, orang tua dengan pola ini bahkan dapat menolak atau mengabaikan kebutuhan anak mereka.
 

Dampak Pola Pengasuhan terhadap Perkembangan Anak
 

Selain studi awal Baumrind terhadap 100 anak prasekolah, para peneliti telah melakukan sejumlah penelitian lain yang memunculkan sejumlah kesimpulan tentang dampak pola pengasuhan terhadap perkembangan anak. 



Pola pengasuhan otoriter umumnya menyebabkan anak patuh dan pintar, tapi mereka kurang dalam kebahagiaan, kompetensi sosial dan harga diri.
Pola pengasuhan otoritatif cenderung menghasilkan anak yang bahagia, kompeten dan sukses.
Pola pengasuhan permisif sering menyebabkan anak kurang bahagia dan disiplin. Anak lebih mungkin mengalami masalah dengan aturan dan cenderung berkinerja buruk di sekolah.
Pola pengasuhan tidak terlibat menyebabkan anak kurang di semua aspek kehidupan. Anak cenderung kurang kontrol diri, memiliki harga diri yang rendah dan kurang kompeten dibandingkan rekan-rekan mereka.


Mengapa pola otoritatif memberikan lebih banyak keuntungan dibanding pola lain? Karena, ketika anak-anak melihat permintaan orangtua mereka adil dan masuk akal, maka mereka cenderung patuh.
 

Dalam rangka menciptakan pendekatan kohesif dalam mengasuh anak, penting bagi orang tua untuk belajar bekerja sama dengan menggabungkan berbagai elemen pola pengasuhan yang unik. Gabungan pola pengasuhan dari kedua orang tua bisa saja menciptakan perpaduan unik dalam setiap keluarga. Misalnya, si ibu menampilkan gaya otoritatif sementara ayah memilih pendekatan yang lebih permisif. 



Disarikan dari :
Sabtu, 22 Maret 2014 16:00http://www.vemale.com/relationship/keluarga/53122-mari-belajar-menjadi-orang-tua-yang-lebih-sabar.html
Selasa, 18 Maret 2014 16:30http://www.vemale.com/relationship/keluarga/52111-tips-membuat-anak-lebih-disiplin-tanpa-kekerasan.html
7 Nov 2013 - Dikilasinfokan Oleh : Sri Widyastuti Rusli

http://www.kilasinfo.com/2013/11/4-pola-asuh-anak-dan-dampaknya-terhadap.html