•
Authoritative
Pola
asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu
mengendalikan mereka.
Ø
Demokrasi
Ø
Adanya batas-batasan dan bimbingan
Ø
Bersedia mendengarkan ide dan membuat
kesepakatan
Hasil didikan terhadap anak :
Ø
Bahagia
Ø
Percaya diri dalam tugas baru
Ø
Mampu mengendalikan diri
•
Authoritarian
Cenderung
menetapkan standar yang mutlak harus dituruti, biasanya dibarengi dengan
ancaman-ancaman.
Ø
Tidak tolerasi
Ø
Harus taat
Ø
Paksaan
Ø
Menghukum
Hasil didikan terhadap anak :
Ø
Konsep diri negatif
Ø
Tertekan
Ø
Tidak dapat mengintemalisasi standar modal
(sekedar taat)
•
Permissive
Pemanja
biasanya meberikan pengawasan yang sangat longgar. Memberikan kesempatan pada
anaknya untuk melakukan sesuatu tanpa pengawasan yang cukup darinya.
Ø
Bebas, diperbolehkan
Ø
Tidak ada bimbingan, arahan, batasan
Ø
Memanjakan
Hasil didikan terhadap anak :
Ø
Kurang dewasa
Ø
Agresif
Ø
Berontak
Ø
Tidak dapat mengendalikan diri
Ø
Bossy
•
Neglect / Uninvolved
Tipe
penelantar, orang tua tipe ini pada umumnya memberikan waktu dan biaya yang
sangat minim pada anak-anaknya. Waktu mereka banyak digunakan untuk keperluan
pribadi mereka, seperti bekerja, dan juga kadangkala biayapun dihemat-hemat
untuk anak mereka.
Ø
Orang tua lalai
Ø
Tidak peduli
Ø
Jarang ada komunikasi/ bahkan tidak ada
Hasil didikan terhadap anak :
Ø
Tidak punya pendirian
Ø
Agresif
Ø
Moody
Video
From "The Secret" - a Gift to You...
TANTANGAN
PENDIDIKAN ANAK
DI ERA GLOBALISASI
DI ERA GLOBALISASI
Tips Mendidik Anak
di Era Digital
•
Belajar dan Mengenal TIK (Teknologi Informasi
dan Komunikasi)
•
Menyaring dan Menyeleksi Kontennya dan Melakukan
Pendampingan
•
Kendalikan Waktu Akses, Ajak Anak Bermain dan
Berinteraksi Tanpa Mesin
•
Pelajari Apa Yang Bermanfaat dari Teknologi
Mulai dari Kita Sebagai Orang Tua
•
Daftar Aplikasi iPad dan Android untuk belajar
-
Daftar aplikasi iPad yang dikelompokkan sesuai dengan taksonomi Bloom
-
Daftar Aplikasi Android yang Dikelompok kan Sesuai dengan Taksonomi Bloom
Pendidikan Anak
Pada Masa Wire Generation
Wire Generation sebuah generasi baru yang lahir di era
digital yang telah mampu merubah dunia ini.
o
Kontrol Terhadap Beberapa Media (Internet,
games, film/ sinetron/ DVD, komik, iklan)
o
Melakukan Kontrol dan Menguasai teknologi
Sebagai Suatu Solusi
- Tips bagi orang tua jika
anak sudah kecanduan perangkat digital atau pornografi
>
Rumuskan ulang pola pengasuhan anak dengan pasangan
> Bedakan pola pengasuhan antara anak laki-laki
dan perempuan
> Jika anak sudah terlanjur
terekspos pada konten pornografi, jangan
memarahi melainkan menanyakan apa penyebabnya, lalu minta maaf pada anak
-
Berikut ini langkah-langkah untuk
menjadi terapis bagi anak :
>
Tenang !
-
Sikap tenang dan bijak sebelum bertindak.
>
Hindari Marah dan Panik
-
Marah tidak dapat menyelesaikan masalah, yang ada dapat menjauhkan anak dari
orang tua.
> Diterima, Memaafkan,
minta ampun dengan Tuhan dan mulailah
bermusyawarah
-
Menerima kenyataan dan memaafkan, bagaimana pun buah hati membutuhkan
bantuan untuk lepas dari kecanduan
- Lakukan musyawarah dengan
keluarga, untuk mengambil keputusan selanjutnya
> Anak membutuhkan 3P :
Penerimaan, Pujian dan Penghargaan
-
Jika anak sudah merasa dihargai, maka anak akan mudah diajak kompromi
>
Perbaiki pola pengasuhan
Cara menghadapi anak tersebut :
Ø
Cari tahu penyebab anak mengenalnya
Ø
Selesaikan hal-hal yang menyangkut emosi dan
harga dirinya, ini akan membuat kecanduannya menurun
Ø
Jelaskan target penyedia pornografi
Ø
Tanyakan bagaimana pendapatnya
Ø
Susun langkah yang akan dilakukan bersama
Ø
Anak butuh pendampingan
Terapis yang paling baik adalah orang tuanya sendiri.
o
Delapan
hal yang bisa bermanfaat untuk membantu anak dalam proses terapi ini :
Ø
Jangan fokus pada aspek prestasi akademik semata
Ø
Aktif dalam menggunakan teknologi media
Ø
Komunikasi dan disiplin yang berbeda, yaitu
dengan kasih sayang
Ø
Perkuat iman anak
Ø
Kemampuan berpikir kritis
Ø
Konsep dan harga diri yang baik
Ø
Mandiri dan bertanggung jawab
Sikap yang perlu
diwaspadai orang tua :
Ø
Persoalan baru
Ø
Komunikasi lewat tulisan
Ø
Keamanan anak
Ø
Kedisplinan anak
Ø
Kurangnya komunikasi “teknologi mendekatkan
yang jauh, menjauhkan yang dekat”
Sikap orang tua
terhadap anak
Ø
Tahu perkembangan teknologi, jangan sampai kalah
dengan anak, untuk mengontrol sebelum adanya masalah
Ø
Lebih peka terhadap isu-isu yang berkembang
Ø
Lebih waspada dan tidak panik
Ø
Ada baiknya menggunakan teknologi tersebut
sebelum anak yang menggunakan
Ø
Berikan sesuai dengan tujuan dan perkembangan
usianya
Implikasi dalam
pendidikan dan pendampinga anak di era globalisasi
Ø
Anak didik bukan hanya mempelajari materi
pelajaran, melainkan lebih penting bagi anak didik untuk mampu
mengkomunikasikan (learning to know).
Ø
Anak didik dapat mempelajari bagaimana
kreatifitas, produktifitas, ketangguhan dan profesionalitas dalam menghadapi
situasi era global yang terus berkembang (learning to do).
Ø
Anak didik harus mampu mengembangkan potensi
diri yang meliputi kemandirian,
kemampuan bernalar, berimajinasi, disiplin dan bertanggung jawab
(learning to be).
Ø
Anak didik hendaknya mempunyai pemahaman hidup
yang seimbang dengan menghormati nilai spiritual dan tradisi budaya (learning
to live together).
•
Cara merangsang kemampuan anak usia dini
agar berkembang secara optimal :
Ø
Gunakan kata-kata sederhana sehingga anak mampu
menangkap dan memberi tanggapan dengan baik
Ø
Tanamkan pemahaman konsep dengan learning by
doing
Ø
Rangsang kreatifitas anak melalui pengenalan
alat musik, lagu-lagu
Ø
Formula susu dengan DHA mampu merangsang
aktifitas anak
Ø
Rangsang anak melalui pengembangan body
kinesthetic
Ø
Bentuk kemampuan bergaul anak dengan mengenali
perasaan orang lain maupun sendiri
Ø
Latih anak untuk dapat mengekspresikan emosi diri dan memberi
respons melalui emosi yang stabil
Ø
Ajak anak mengenali dan memelihara alam
lingkungan agar mampu ikut berperan melestarikan alam ( global warming)
Sumber dari : seminar “ Pola Pengasuhan Era Globalisasi”
29 Maret 2014 di hotel Fame Paramount Gading Serpong oleh Bapak Nanang,MFCC


Tidak ada komentar:
Posting Komentar